FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Februari 6, 2023

JAKARTA (FaktaID) – Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyebut isu suap senilai 15 juta rupiah yang diduga dibayarkan kepada setiap klub Liga 2 yang meneken kesepakatan penghentian musim 2022-2023 adalah hal yang absurd.

Usai menghadiri pertemuan pemilik klub Liga 2022-2023 dengan PSSI dan LIB, Younis mengatakan: “Bukankah mereka meminta klub Liga 2 menerima suap 15 juta rupee. Semua orang kaya. Bukankah itu masuk akal.” Di Jakarta, Selasa (24/1 malam.

Kabar dugaan suap dilontarkan oleh beberapa klub Ligue 2, khususnya yang menginginkan musim 2022-2023 dilanjutkan.

PSSI: Liga 2 2022-2023 Berlanjut di KLB dengan Keputusan Manajemen Baru
Klub Liga 2: PSSI-LIB Tak Bisa Lanjutkan Musim 2022-2023.

Perselisihan itu bermula dari terbitnya surat bertajuk “Joint Statement for Ligue 2 Clubs 2022/2023”, yang berisi kesepakatan antara tim-tim Ligue 2 untuk menangguhkan kompetisi musim 2022-2023, membentuk operator baru Ligue 2 dan diri sendiri. -kepercayaan diri. Mohammad Irivan sebagai ketua PSSI.

Dokumen tertanggal 14 Desember 2022, yang merupakan hari pertemuan pemilik klub Ligue 2 dengan PSSI dan LIB, ditandatangani oleh perwakilan 20 klub Ligue 2.

Surat itu juga disebut-sebut sebagai salah satu alasan PSSI menangguhkan Liga 2 2022-2023 dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) pada 12 Januari 2023.

Namun, beberapa klub rupanya tidak merasa telah menandatangani surat tersebut dan menuduhnya melakukan pemalsuan.

Klub-klub Ligue 2 berharap Exco baru PSSI berlanjut di musim 2022-23.

Tim seperti Persipura, melalui manajernya Jan Mandenas, mengklaim bahwa setiap penandatanganan bernilai 15 juta rubel.

“Penandatanganan itu sebagian palsu. Banyak klub yang mengeluh karena masing-masing klub diberi biaya transportasi sebesar Rp 15 juta untuk setiap penandatanganan. Namun, mereka tidak tahu bahwa penandatanganan itu untuk menghentikan liga. Yang kami tahu, penandatanganan itu untuk Keterangan Tanda tangan telah dilakukan. Ian mengatakan pada 16 Jan 2023: Tanda kehadiran di “Rapat Manajer”.

CEO Karo United Effendi Siahputra menegaskan telah meminta PSSI melakukan investigasi melalui komite etik atas dugaan pemalsuan tanda tangan dan suap.

Effendi ingin kasus itu dibawa ke pengadilan etik PSSI agar kasusnya terbuka dan jelas.

Percipora kirimkan somasi ke PSSI
CEO Caro United minta PSSI selidiki rekrutan palsu Ligue 2.

Pengkhotbah: Michael Sihan