FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Februari 7, 2023

Surabaya (FaktaID) – Diduga bahan peledak jenis granat nanas peninggalan zaman Belanda ditemukan pekerja lepas di kawasan Taman Surya sebelah timur air mancur di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.

Penemuan benda diduga bahan peledak berjenis granat bermula saat seorang pekerja lepas di Taman Balai Kota Surabaya mencoba menanam tanah dalam pot, kata Maria Theresia Ekawati Rahayo, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Kebijakan (Baksbangpol) Kota Surabaya. Tanam sekitar pukul 11.40 WIB.

“Mengetahui ada benda asing yang dikhawatirkan, petugas langsung melaporkannya ke jajaran Pemkot Surabaya,” ujar Yayuk alias Maria Theresia.

Menurut dia, granat tersebut saat ini diamankan oleh kelompok bom (Jibom) Polda Gegana Satbrimob Jawa Timur.

“Saat ini polisi sedang menyelidiki. Tidak ada masalah (keamanan) di Balai Kota Surabaya karena granat sebenarnya (berasal) dari TPA (lubang),” katanya.

Petugas Satgas Kota Surabaya langsung melaporkan penemuan granat nanas tersebut ke Polsek Genteng, Ruang Komando Pusat 112 dan dibantu BPBD Kota Surabaya mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), jelas Yayok.

Tak lama kemudian, anggota Polsek Genteng datang ke Taman Surya di sisi timur Air Mancur Kota Surabaya untuk mengamankan area tempat ditemukannya barang-barang tersebut agar tidak menimbulkan barang yang tidak diinginkan.

Selain itu, tim penjinak bom Gegana dari Brimob Polda Jatim tiba di lokasi untuk mengidentifikasi granat nanas tersebut. Tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Jatim kemudian membawa barang tersebut untuk disimpan dan diproses lebih lanjut.

Yayuk mengatakan: “Saya mengetahuinya sore itu. Saya langsung ditangkap karena sebelumnya (petugas piket) langsung menelepon polisi Kashi. Kemudian polisi Kashi berkoordinasi dengan Satuan Bom (Jibom) Polda Jatim.”

Yayuk menegaskan, granat tersebut bukan berasal dari galian di kawasan Taman Balai Kota Surabaya, melainkan diperoleh dari tanah galian/backwash yang diperoleh dari sungai di Jalan Kangyan Kota Surabaya untuk proses tata letak Taman Balai Kota Surabaya.

Untuk itu, Yayuk memastikan tidak ada gangguan keamanan di wilayah Kota Surabaya.

Granat itu bukan milik pemerintah kota, melainkan dari tempat pembuangan sampah (digali) dari saluran air. Kondisi granat nanas sudah berkarat dan tertutup tanah, diduga peninggalan zaman belanda, saat ini menjadi nanas. “Granat sudah diamankan di Mako Gegana Polda Jatim.”

Polres Blithar Amankan Granat di Lahan Kosong
Granat yang Meledak di Kilinsing Pasti Tidak Berbahaya

Koresponden: Abdul Hakim
Editor: Tafsir al-Tirmidzi