FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Januari 28, 2023

Untuk USDIDR, sentimen berasal dari Eropa yang menunjukkan pemulihan ekonomi seiring harga komoditas energi yang mulai turun.

JAKARTA (FaktaID) – Nilai tukar rupiah (kurs) yang diperdagangkan antar bank di Jakarta pada Rabu sore melemah menyusul perbaikan ekonomi Eropa.

Rupee terdepresiasi sebesar 78 poin atau 0,52% menjadi Rs 14.965 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rs 14.888 per dolar AS.

“Untuk USDIDR, sentimen datang dari Eropa yang menunjukkan pemulihan ekonomi karena harga komoditas energi mulai turun,” kata Analis Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) Ravendra Aritama saat dihubungi FaktaID di Jakarta, Rabu.

Ravendra mengatakan pemulihan ekonomi Eropa menguntungkan baginya Pasar negara berkembang termasuk Indonesia.Selain itu, keinginan untuk menurunkan pertumbuhan suku bunga Federal Reserve juga semakin kuat dan menekan dolar AS.

Rupee diperkirakan menguat tipis karena permintaan obligasi Indonesia

Membaiknya kondisi perekonomian di negara-negara Eropa membuat para investor merasa untuk memulai kembali dan berani mengambil resiko lebih besar dengan berinvestasi di negara-negara berkembang.

Selain itu, membaiknya perekonomian Eropa juga berarti meningkatnya konsumsi negara-negara Eropa, sehingga perdagangan luar negeri negara-negara tersebut juga kembali aktif. Negara-negara pengekspor akan diuntungkan dengan kebangkitan ekonomi Eropa, termasuk Indonesia.

Survei menunjukkan bahwa aktivitas bisnis zona euro secara mengejutkan kembali ke pertumbuhan sedang di bulan Januari, dan aktivitas sektor jasa di Jerman naik untuk pertama kalinya sejak bulan Juni, meskipun tekanan harga tetap datar.

Data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan di Eropa meredakan kekhawatiran pasar akan resesi yang dalam di zona euro karena harga energi mereda, meskipun suku bunga diperkirakan akan tetap tinggi.

Euro bertahan mendekati level tertinggi sembilan bulan terhadap dolar karena perdagangan didorong oleh prospek pertumbuhan yang lebih cerah untuk zona euro terhadap tanda-tanda perlambatan ekonomi di Amerika Serikat.

Dolar AS Turun, Aktivitas Bisnis Eropa Optimis Atas Kenaikan Euro

Sementara itu, di AS, prospek yang lebih gelap muncul karena tanda-tanda perlambatan ekonomi muncul sebagai dampak dari kenaikan tajam suku bunga tahun lalu oleh Federal Reserve.

Di pagi hari, rupee dibuka pada 14.925 rupee per dolar AS. Pada siang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.925 per USD hingga Rp14.975 per USD.

Sementara itu, Jakarta Interbank Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia turun menjadi Rp 14.958 per dolar AS pada Rabu, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.930 per dolar AS pada Selasa (24/1).

Rabu pagi, rupiah melemah 42 poin

Koresponden: Marta Herlinavati Simanjuntak
Editor: Risbani Fardanieh