FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Januari 30, 2023

Sasaran utama rumah sakit ini adalah masyarakat Bali atau Indonesia yang sering berobat ke luar negeri.

Denpasar (FaktaID) – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom mengatakan rumah sakit bertaraf internasional yang akan dibuka di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Denpasar, itu akan menyasar masyarakat lokal yang kerap berobat ke luar negeri.

“Sasaran utama rumah sakit ini adalah masyarakat Bali atau Indonesia yang sering berobat ke luar negeri. Sekitar 82 triliun rupiah uang Indonesia untuk berobat ke luar negeri seperti Penang, Singapura, Amerika,” ujarnya di Denpasar, Rabu. dihabiskan.”

Untuk itu, proyek rumah sakit bertaraf internasional milik pemerintah pusat melalui BUMN akan dikelola oleh Mayo Clinic sebagai standar acuan, jelas Anom.

Presiden penuhi keinginan perlunya rumah sakit khusus di Riau

Proyek KEK Sanur yang ditargetkan selesai pada akhir 2023 ini juga diharapkan menjadi pilihan bagi masyarakat asing, sehingga efeknya wisata medis Anda akan merasa bahwa mereka tidak hanya berobat tetapi juga bepergian.

“Harapan kami, orang dari luar negeri bisa berobat ke sini. Selain itu, orang dari Singapura dan Malaysia bisa berobat ke sini dari Australia daripada ke Amerika karena jaraknya yang jauh,” ujarnya.

Rumah sakit bertaraf internasional yang didukung dengan pusat pertemuan berkapasitas besar di Sanur ini dirancang untuk ekonomi kelas atas dengan opsi tidak menyediakan BPJS dan layanan kesehatan tipe B, kata Enum.

Di sana akan ada program-program unggulan, yakni untuk penyakit kanker dan ginjal, serta tenaga medis unggulan.

Survei: Rumah Sakit Jerman Takut Bangkrut di 2023

Anum mengatakan belum ada informasi tenaga medis, namun jika pemerintah pusat bekerja sama dengan dokter daerah, dokter di RSU Profesor Ngurah berpotensi.

Pemprov Bali sendiri hanya bertugas memfasilitasi proyek rumah sakit bertaraf internasional di KEK Sanur pada 2023, dan saat ini tidak membangun rumah sakit baru kecuali yang dimiliki oleh Pemda Badong yaitu di Petang dan Abiasmal.

Koresponden: Ni Putu Putri Muliantri
Editor: Nusarina Yuliastuti