FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Februari 8, 2023

Bandung (FaktaID) – Kawasan Bandung Selatan memiliki potensi wisata yang unik dan menjadi daya tarik masyarakat dari berbagai daerah untuk melengkapi agenda liburannya.

Di Bandung Selatan atau Bandung Jawa Barat, tempat wisata terbaru yang biasa dikunjungi masyarakat ada di kawasan Ciwidey atau Rancabali, seperti Glamping Rancabali, Jembatan Rengganis, hingga fasilitas wisata baru di Ranca Upas.

Kini ada objek wisata baru yang mulai ramai dibicarakan orang. Tempat ini dulunya merupakan bukit khas kebun teh, kemudian disulap untuk menarik orang untuk berkunjung.

Destinasi wisata yang dibuka sejak Mei 2022 ini bernama Nimo Heights yang terletak di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalangan.

Kawasan wisata yang berada di ketinggian lebih dari 1600 meter di atas permukaan laut (Mosl) ini memiliki suasana yang sejuk dan sering diselimuti kabut pada siang hari.

Basis utama wisata ini adalah jembatan berbentuk U yang terletak di atas bukit kebun teh. Dengan bentuk ini, wisatawan yang berjalan di atas jembatan bisa melihat pemandangan 360 derajat, bahkan bisa melihat Danau Situ Cileunca yang merupakan simbol dari Pangalengan.

Akses lokasi

Menemukan objek wisata ini tidak terlalu sulit karena petunjuk arah dapat diakses melalui aplikasi peta online. Hanya saja akses ke tempat itu tidak semuanya satu jalan besar mulus.

Saat keluar dari Gerbang Soreang, lokasi wisata berjarak sekitar 36 kilometer dengan waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan dengan mobil. Sedangkan jika ditempuh dari pusat kota Bandung, jaraknya sekitar 50 km tanpa melewati jalan tol.

Jalan menuju Pangalengan biasanya melewati kawasan Banjaran, kemudian masuk ke kawasan Cimaung di Jalan Raya Pangalengan.

Wisatawan yang hendak menuju tempat wisata harus mengantisipasi kemacetan yang sering terjadi di wilayah Kopo, Katapang, Buahbatu dan Banjaran. Lalu lintas di kawasan ini biasanya terjadi pada pagi dan sore hari.

Kemudian akses menuju tempat tersebut setelah keluar Gerbang Surhang mayoritas berupa jalan raya yang lebarnya hanya bisa dilalui oleh dua mobil dua arah.

Apalagi, tidak semua jalan tersebut mulus, mulai dari pintu keluar tol hingga beberapa kilometer sebelum mencapai objek wisata. Sekitar 500 meter sebelum sampai access point, sudah rata karena sudah terpasang Paving block.

harga tiket

Wisatawan akan menemui gerbang utama sekitar 100 meter dari tempat parkir untuk dapat memasuki kawasan Dataran Tinggi Nemo. Di gerbang, petugas menghitung jumlah orang yang ada di dalam kendaraan dan menagih tiket.

Taufik M Rafi, Direktur Nemo Highland mengatakan, harga tiket untuk wisatawan adalah Rp 35.000 untuk dewasa dan Rp 25.000 untuk anak-anak. Harga ini berlaku baik pada hari kerja maupun akhir pekan.

Sejumlah wisatawan usai menjajal jembatan di Dataran Tinggi Nimo, Pangalangan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (FaktaID/Baghos Ahmad Rizaldi)

Jika Anda bepergian pada hari libur seperti Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, harga tiket akan naik menjadi Rp 40.000 untuk dewasa dan Rp 35.000 untuk anak-anak.

“Wahana lain belum termasuk tiket masuk. Jadi dibayar lagi, dari Rp10.000 menjadi Rp175.000,” kata Rafi.

Jumlah wisatawan di akhir pekan biasanya sekitar 2500 orang per hari. Memasuki musim liburan, kunjungan wisatawan meningkat menjadi sekitar 5.000 orang per hari.

Ribuan yang datang biasanya berasal dari kawasan Bandung Raya, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Beristirahatlah di awan

Lokasi pegunungan Nemo terletak di kebun teh seluas 6 hektar dan memiliki dua bukit, Bukit Nini di sebelah timur dan Bukit Putra di sebelah barat. Di tengah dua bukit ini terdapat area serbaguna yang bisa digunakan sebagai tempat parkir atau untuk acara-acara khusus.

Ketika wisatawan berada di tempat itu, mereka bisa melihat jembatan melingkar di atas Bukit Nini. Untuk mencapai tempat tersebut, wisatawan diarahkan oleh petugas dengan diangkut menggunakan ontong.

Ontang-anting adalah mobil bak terbuka yang dimodifikasi yang dapat mengangkut wisatawan. Ada 11 kendaraan angkutan wisata yang mengantar wisatawan bolak-balik dari tempat parkir sepanjang 300 meter menuju jembatan pusat wisata di puncak Bukit Nini.

Setelah sampai di puncak, petugas mengecek tiket wisata yang sudah dibeli kemudian masuk ke area jembatan. Di jembatan ini wisatawan bisa berfoto dan mencoba area jembatan kaca yang harganya 10.000 rupiah.

Sejumlah wisatawan berswafoto di Jembatan Dataran Tinggi Nemo, Pangalangan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (FaktaID/Baghos Ahmad Rizaldi)

Di tengah jembatan berbentuk U terdapat bangunan berkubah biru. Wisatawan jarang berfoto dengan bangunan sebagai latar belakang.

Selain itu semua, ada hal yang menarik dan bisa dijadikan gaya baru traveling yaitu kasur renda yang terbuat dari tali. Berkendara di area bawah jembatan tidak dipungut biaya.

Wisatawan bisa berbaring di kasur jaring dan menikmati luasnya kebun teh. Di kawasan itu juga terdapat makanan yang bisa dibeli wisatawan.

Dalam beberapa saat, kawasan wisata itu pun diselimuti kabut. Sehingga wisatawan bisa menikmati sensasi berbaring di atas awan bersama dengan makanan yang dibeli sambil tiduran di atas kelambu.

“Beberapa turis yang kami survei langsung menyatakan minatnya, dan ada minat tertentu saat kabut. Sehingga kualitas foto lebih natural, dan itu menjadi ciri khas kami,” kata Rafi.

Jika pada pagi hari, kabut berada di bawah bukit dan menutupi kebun teh. Selain itu, wisatawan juga bisa menikmati momen matahari terbit di atas jembatan.

Merevitalisasi kawasan wisata

Jika tidak ada program yang diberikan oleh pihak pengelola wisata, tentu objek wisata tersebut kurang menyenangkan. Untuk menghidupkan kembali suasana pariwisata di kawasan ini, Pemda telah menyelenggarakan berbagai kegiatan, salah satunya adalah konser musik.

Ada beberapa band terkenal yang pernah tampil di Nemo Highlands, yaitu Jicoustic, Nidji dan Fortente. Bintang tamu band biasanya tampil pada malam hari, sehingga pengelola tur menyediakan persewaan tenda bagi wisatawan yang ingin bermalam di tempat tersebut.

Tenda ini baru diluncurkan pada awal tahun 2023. Untuk biaya yang disediakan, tenda untuk dua orang dikenakan biaya Rp 360.000 per malam dan tenda untuk empat orang dikenakan biaya Rp 840 per malam.

Sejumlah wisatawan menuju kawasan konser musik di Dataran Tinggi Nimo, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (FaktaID/Baghos Ahmad Rizaldi)

Tenda ini terletak di puncak Bukit Putra dan memiliki view langsung ke Setu Silhunka. Ada bantal, selimut, sandal di dalam tenda, tapi belum termasuk sarapan.

Kami tidak menetapkan harga reguler sampai nanti, harga baru akan pada saat itu Acarakata Rafi.

Bagi wisatawan yang ingin ke tempat ini disarankan untuk membawa jas hujan dan payung jika terjadi hujan. Ia juga meminta wisatawan mewaspadai kaki licin di kawasan wisata.

Saat musim hujan, jumlah wisatawan berkurang, tapi itu tidak perlu. Terkadang meski hujan deras, turis tetap datang.

Editor: Masukkan M. Astro