FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Januari 29, 2023

Bangkok (FaktaID) – Pangeran Bajrakityabha yang berusia 44 tahun tidak sadarkan diri selama lebih dari tiga minggu karena masalah jantung.

Istana Kerajaan Thailand mengumumkan kabar tersebut pada Sabtu (7/1) dalam sebuah pernyataan terkait perkembangan terakhir status kesehatan calon pewaris takhta.

Putra sulung Raja Thailand Maha Vajiralongkorn meninggal dunia pada 15 Desember lalu akibat gangguan irama jantung (aritmia) parah akibat peradangan akibat infeksi. Mikoplasma.

Istana mengatakan sang putri “masih pingsan”.

“Dokter terus meresepkan obat dan menggunakan peralatan untuk membantu fungsi jantung, paru-paru dan ginjalnya, serta antibiotik dan pemantauan kondisinya secara ketat,” kata pernyataan itu.

Putri Bajarakityaba jatuh sakit saat mempersiapkan anjingnya untuk balapan di Nakhon Ratchasima, sebuah provinsi tempat dia awalnya dirawat sebelum diterbangkan dengan helikopter ke Bangkok.

Dia adalah salah satu dari tiga anak Raja Vajiralongkorn yang memiliki gelar resmi, membuatnya memenuhi syarat untuk mewarisi tahta di bawah hukum suksesi kerajaan dan konstitusi negara.

Raja belum secara resmi mengumumkan siapa yang akan menggantikannya, dan belum ada pembicaraan resmi tentang kemungkinan sang putri mewarisi tahta.

Putri Bajarakityaba, seorang pengacara dengan gelar M.A. dan Ph.D. dari Cornell University, pernah menjabat sebagai Duta Besar Thailand untuk Austria, Slovenia, dan Slovakia.

Dia juga bertugas di Kantor Kejaksaan Agung, Komando Keamanan Kerajaan dan sebagai duta besar Thailand untuk Komisi Pencegahan Kejahatan dan Peradilan Pidana.

Ia lahir pada tanggal 7 Desember 1978. Ibunya adalah istri pertama raja, Permaisuri Soamsawali.

Sumber: Reuters

Demonstran Thailand Ingin Raja Serahkan Kendali Kekayaan

Pendukung monarki Thailand tuntut tak ubah konstitusi

Saksikan keseruan Festival Lilin di Thailand



Penerjemah: Anton Santoso
Diedit oleh: Tia Mutiasri