FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Februari 7, 2023

Jakarta (FaktaID) – PT PP Presisi Tbk (PPRE) dan anak usahanya PT Lancarjaya Mandiri Abadi (PT LMA) telah meraih kontrak baru senilai hingga Rp 5,24 triliun pada 2022.

Sedangkan PPRE dominan dengan kontribusi Rp 3,66 triliun atau 70% dari total nilai kontrak baru dan PT LMA, demikian keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

“Pengadaan kontrak senilai Rp 5,24 triliun selama satu tahun mendekati target yang kami cantumkan dalam RKAP 2022. Di tahun 2023 kami yakin PT PP Presisi dapat menyambungkan lebih banyak proyek. Milikku dan warga sipil untuk mewujudkan impian Indonesia dengan infrastruktur yang lengkap.”

Dari lima lini bisnis perseroan, sektor jasa pertambangan menyumbang 55% atau Rp 2,90 triliun dari total nilai perolehan kontrak baru.

Jumlah ini berasal dari lini bisnis Jasa pertambangan yang meliputi lampiran pekerjaan Angkutan PT Weda Bay Nikel dan Pembangunan Infrastruktur Pertambangan PT Hengjaya Mineralindo.

PT PP catat pembelian kontrak baru Rp 27,49 triliun.
PP Presisi Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Targetkan $500 Miliar

Kemudian lini bisnis Operasi konstruksi Bagian sebesar 40,7% atau total Rp 2,13 triliun dari total nilai pembelian kontrak baru. Selain itu, lini usaha pekerjaan struktur, bekisting dan bangunan lainnya, menyumbang 2,5% dari total nilai pembelian kontrak baru.

Selebihnya dari usaha persewaan alat berat dan pembuatan beton jadi atau siap dicampur

Penambahan kontrak baru tersebut mayoritas berasal dari pemberi kerja asing atau di luar PP Group, dengan total nilai pemasaran Rp 4,48 triliun atau 92,5% dari luar PP Group.

“Dengan bertambahnya perolehan kontrak baru kami di luar grup, kami tentu bangga dan yakin PP Presisi semakin berkembang di Indonesia. Pasar Jasa konstruksi dan pertambangan. kata Dervis Hamzeh, manajer operasi PPRE.

Sebagai informasi, PT PP Presisi telah menerbitkan obligasi tahap satu senilai Rp 201 miliar yang akan digunakan untuk membiayai pinjaman investasi dan pinjaman modal kerja perseroan pada 2022.

PT PP raih nilai kontrak tertinggi di IKN Nusantara

Koresponden: Mohammad Harianto
Editor: Risbani Fardanieh