FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Juni 1, 2023

Tiga agen kasus narkoba ditangkap pada Sabtu (18/3) di tempat berbeda.

Medan (FaktaID) – Satuan Narkoba Polres Tapanuli Utara berhasil menangkap tiga tersangka pengedar dan pengguna narkoba, salah satunya anggota Satpol PP Sipahotar, Polres Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Tiga tersangka diketahui bernama Bripka JBS (37), HJS (34) warga Desa Aek Bolon Jae, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba dan LA (19) warga Desa Pekan Bahapal Serbelawan, Kecamatan Bandar Halwan, Kabupaten Simalungun.

Kapolsek Tapanoli Utara AKBP Johanson Siantori, melalui Kabid Humas Ipda Gaung Wira Utama, Kamis mengatakan, “Tiga pelaku kasus narkoba ditangkap pada Sabtu (18/03) di lokasi berbeda.

Gaang mengatakan, pertama kali ditangkap, Bripka GBS sedang bertugas di depan Polsek Sipahotar.

Kemudian dilakukan penggeledahan dan barang bukti berupa klip plastik bening berisi serbuk kristal putih diduga sabu seberat 0,7 gram.

Dia berkata: pipa kaca penuh dengan bubuk yang diduga sabu, pipa kaca kosong, bong untuk sabu dan korek api merah yang terhubung ke jarum suntik dari dalam tas JBS.

Ia mengatakan, saat dimintai keterangan, Bripka GBS mengaku memiliki narkoba dari HJS dan LA.

Selanjutnya, tim ops narkoba mengejar HJS dan LA dan berhasil menangkap keduanya di Desa Tangga Batu, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba.

Barang bukti yang ditemukan petugas berupa plastik klip transparan berisi serbuk sabu (berat kotor 5,43 gram), handphone Nokia warna hitam, handphone merk Oppo warna hitam dan sepeda motor Honda Supra. 125 tanpa nomor polisi.

Ia mengatakan, “Tim Opsnal Narkoba telah membawa keduanya ke Polres Tapanoli Utara untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan. Keberhasilan kami mengamankan keamanan ketiga pelaku ini merupakan informasi masyarakat.”

Kabid Humas menambahkan, Bripka GBS telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 112, Pasal 1, Pasal 127, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2018 tentang Narkotika dengan minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun.

Sebelumnya, Bripka JBS ditetapkan sebagai tersangka, mengingat barang bukti narkoba hanya 0,7 gram, seharusnya dilakukan dulu. Penilaian Dilaksanakan di kantor BNN Kabupaten Simalungun yang dihadiri oleh kuasa hukum, tim medis, BNNK dan Satnarkoba Polres Taput.

Hasil Penilaianbahwa tersangka tidak layak menjalani rehabilitasi dan harus melalui prosedur hukum persidangan.

Sedangkan untuk dua lainnya yakni HJS dan LA, saat ini masih dalam pemeriksaan intensif di unit obat untuk menggali informasi lebih dalam.

Kabid Humas Polsek Kota Taput mengatakan, kasus keduanya akan diajukan sebagai tersangka.

Koresponden: Manor Mandiling
Editor: Agus Setivan