FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Januari 29, 2023

Ada empat korban, tapi kami tidak bisa menyebutkan nama atau inisialnya

Jember, Jawa Timur (FaktaID) – Penyidik ​​Polres Jember telah menerapkan beberapa pasal terhadap pimpinan pondok pesantren berinisial Kiai FM, yang diduga atas kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungannya di Desa Mangaran, Jember telah memberikan. Kabupaten, Jawa Timur.

Pengurus pondok pesantren dijerat pasal 82 ayat (1) dan (2) juncto pasal 76 huruf E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2017 tentang Ketentuan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang amandemen kedua. UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, atau Pasal 6 huruf C juncto Pasal 15 huruf B, C, Huruf D, Huruf G, Huruf I UU No. 15. 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual atau ayat (2) ) Pasal 294 KUHP.

“Dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun untuk UU Perlindungan Anak, kemudian 12 tahun untuk UU Kekerasan Seksual, dan ancaman pidana maksimal 7 tahun untuk Pasal 294 KUHP,” kata Kapolres AKBP Harry Purnomo dalam jumpa pers. Digelar di Mapolres Jumbar, Jumat.

Menurutnya, kasus kekerasan seksual terjadi pada Desember 2022 dan Januari 2023 dengan tersangka melakukan pelecehan seksual terhadap korban di ruang studio yang berada di lingkungan pesantren.

Dia berkata: “Ada empat korban, tetapi kami tidak dapat menyebutkan nama atau inisial mereka.”

Kementerian PPPA ke Jambar pantau praktik tidak etis pesantren.

Petugas Kebersihan Pesantren Jambar Ditangkap Karena Kekerasan Seksual

Lanjutnya, dari hasil penyelidikan, penyidik ​​FM ditetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan seksual dan ditangkap di Mapolres Jambar.

Dikatakannya, Penyidik ​​juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terkait pendampingan terhadap korban anak.

Polres Jember juga telah meminta sejumlah saksi ahli, antara lain ahli pidana dan psikologi, serta ahli agama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menambah bukti dan memperjelas kasus yang terjadi.

“Kami juga sudah mengamankan 10 dokumen Item termasuk barang elektronik, seperti kamera CCTV, ponsel, dll Laptop,” Dia berkata.

Usai memberikan keterangan dalam jumpa pers, Kapolres Jambar langsung meninggalkan tempat tanpa menjawab pertanyaan sejumlah wartawan yang ingin mengungkap lebih jauh soal kasus ini.

“Cukup, itu saja beritanya. Nanti di pengadilan,” kata Harry ketus sambil meninggalkan ruang konferensi pers.

Berdasarkan keterangan lapangan, 18 orang saksi telah diperiksa penyidik ​​Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Jambar terkait dugaan pencabulan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh pengurus Wisma Kiai FM. Sekolah dibandingkan dengan sejumlah siswa, termasuk anak di bawah umur.

Pengkhotbah: Zemrton Seliche
Diedit oleh: Chandra Hamdani Noor