FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Juni 1, 2023

FaktaID – PSIM Yogyakarta tak mau terpeleset dua kali terkait aturan pemain asing di Liga 2 2023/2024. Pengalaman pahit “trio Belanda” itu membuat PSIM lebih hati-hati mendatangkan pemain asing.

PSIM mengawali kompetisi Liga 2 2018 dengan minus 9 poin. Pasalnya, PSIM memiliki tunggakan pemain asing pada musim 2011/2012.

Pemain asing tersebut berasal dari Belanda yaitu Emil Linkers, Christian Adelmond dan Lorenzo Rimkus. Ketiga nama tersebut membawa kasusnya ke FIFA hingga PSIM gagal dan mendapat sanksi pada 2018.

Untungnya, di musim itu PSIM tampil bagus. PSIM mencatatkan 12 kemenangan, empat seri dan hanya 6 kekalahan. PSIM terselamatkan dari degradasi dengan menempati peringkat ketujuh Grup Timur dengan 31 poin.

Pengalaman pahit ini dikenang oleh PSIM sebagai pedoman untuk bab selanjutnya. PSIM juga mengingatkan para peserta kasta kedua musim depan.

“Kalau saya melihatnya secara positif, dalam artian, menggunakan pemain asing untuk meningkatkan kualitas Ligue 2 (kasta kedua), membuat kompetisi lebih menarik sehingga pada akhirnya bisa dijual (ke sponsor).”

Direktur Utama PSIM Bima Sinung Widagdo mengatakan: “Saya hanya berpesan, gaji pemain asing tidak rendah.”

Bima tidak ingin mengulang pengalaman pahit tahun-tahun sebelumnya. Rekrut pemain asing tak hanya melibatkan PSSI, tapi juga melibatkan FIFA.

Ketika ada masalah, terutama soal gaji pemain asing, bisa ditangani langsung oleh FIFA. Situasi ini bisa mencoreng nama sepak bola Indonesia.

Kekuatan finansial klub Liga 2 berbeda. Jangan sampai hal ini menimbulkan masalah baru, misalnya klub hanya bisa membayar satu atau dua bulan, kemudian menunggak dan kita ajukan aduan di arbitrase internasional. Bima Sinong mengatakan akan bermain sepak bola nasional.

Baca terus untuk berita sepak bola dan olahraga lainnya