FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Februari 6, 2023

Jakarta (FaktaID) – Penyidik ​​Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dittipidter) Bareskrim Polri kembali menyerahkan kasus pertambangan ilegal tahap pertama di Kalimantan Timur dengan tersangka Ismail Bulong dan dua orang lainnya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). .

Kepala Departemen Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Humas negara itu mengatakan: “Pada hari Selasa, 10 Januari 2023, penyidik ​​​​Biro Kriminal Moin Barskrim Puleri akan mencabut kasus tersangka IB.” Polisi, Brigadir Paul. Ahmad Ramadan di Jakarta, Selasa.

Ramadan menjelaskan, penyidik ​​menyelesaikan perkara sesuai perintah jaksa.

Pendelegasian ini dilakukan setelah kejaksaan mengembalikan penyidikan perkara (P-19) kepada penyidik ​​pada 27 Desember 2022 karena ada ketidaklengkapan.

Dia menambahkan: Kasus tersebut telah selesai sesuai dengan perintah Jaksa Agung negara tersebut.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidsus) di lingkungan Kejaksaan Agung menerima Surat Pemberitahuan Inisiasi Penyidikan (SPDP) dari penyidik ​​Dittipidter Bareskrim Polri pada 23 November 2022.

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Penambangan Ilegal di Kaltim

Perkara pidana itu menyangkut pertambangan batu bara ilegal yang bukan berasal dari Pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan tersangka Ismail Boleng (IB), Budi Prayogo (BP) dan Rinto Palona (RP).

Kejagung menunjuk enam komisioner untuk mempelajari kasus tersebut. Kemudian pada 16 Desember, Kejaksaan Agung mengambil alih berkas (tahap pertama).

Selain itu, pada 30 Desember 2018, jaksa penyidik ​​mengumumkan bahwa kasus tiga tersangka dinyatakan tidak lengkap.

Dalam keterangan Kejaksaan Agung, Ismail Bulang dan dua rekannya ditetapkan sebagai tersangka penambangan liar di Kalimantan Timur. Ketiganya dijerat Pasal 161 UU RI No 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU RI No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba.

Sementara itu, menurut kabar dari Humas Polri seluruh Tanah Air, tiga tersangka berdasarkan Pasal 158 dan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pengambilan Mineral dan Batubara dengan ancaman hingga lima tahun penjara. penjara dan denda maksimum 100 miliar Rials

Penyidik ​​juga mengacu pada ayat (1) Pasal 55 KUHP tentang keikutsertaan terdakwa.

Berkas Kasus Pertambangan Ilegal Ismail Bulong Diterima Polisi

Koresponden: Lili Rahmavati
Editor: Francisca Ninditta