FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Januari 30, 2023

Jakarta (FaktaID) – Fitra Faisal, dosen pembimbing ekonomi Universitas Indonesia, menilai regulasi pemerintah justru menjadi langkah positif bagi investasi ketimbang UU Cipta Kerja.

Fitra Faisal mengatakan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu: Dari sisi ekonomi, penerbitan Perppu sudah tepat untuk menjaga momentum positif investasi dan mengantisipasi kekosongan hukum.

Sebab, Mahkamah Konstitusi meminta pemerintah mengamandemen UU Cipta Kerja.

Ia menambahkan: “Yang menjadi perhatian adalah bagaimana memastikan investasi tetap berjalan, menjaga minat investor serta investasi yang ada agar tidak hilang. Jadi bagaimana industri kita bisa lebih tahan terhadap turbulensi.”

Fitra menilai Indonesia saat ini sedang menikmati momentum untuk pulih dari krisis akibat pandemi COVID-19, dan tren investasi positif. Agar berkelanjutan, pertumbuhan positif di bidang investasi harus dijaga dengan kepastian hukum.

Sementara itu, Ekonom Universitas Airlangga Surabaya, Gigih Prihantono menilai, penerbitan Perppu Cipta Kerja merupakan keputusan cerdas pemerintah karena Perppu berdampak positif bagi perekonomian dan dunia usaha nasional.

Dikatakannya: Masyarakat ekonomi membutuhkan kepastian hukum terkait usaha dan ketenagakerjaan, apalagi saat ini dibutuhkan kebijakan yang dapat memprediksi situasi ekonomi yang tidak menentu.

Gigih mengatakan, Perppu Cipta Kerja akan mengatur kemudahan berusaha dan produktivitas tenaga kerja, serta mempermudah proses birokratisasi dunia usaha. Hal ini dapat berdampak positif bagi perkembangan ekonomi.

Secara terpisah, akademisi ekonomi dari Universitas Depungoro, Semarang, Jaka Aminata, berpendapat bahwa penciptaan lapangan kerja merupakan inti dari Perppu untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.

“Itu diatur dalam upah minimum, jam kerja proporsional dan tunjangan hari raya yang layak,” kata Jaka.

Koresponden: Boyke Lady Vatra
Editor: Didik Kusbiantoro