FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Februari 8, 2023

Kapuas Hulu (FaktaID) – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu di Kalimantan Barat memastikan pasokan bahan kebutuhan pokok (Sembako) dalam negeri cukup untuk masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Kami tidak lagi bergantung pada pangan dari negara tetangga, kebutuhan pokok dalam negeri sudah cukup untuk masyarakat perbatasan,” Kasianos Kintoi, Kepala Koperasi Komersial, Usaha Kecil Menengah dan Dinas Kapuas Hollow, kepada FaktaID di Potosibao Kapuas Hollow. , Rabu.

Penyediaan kebutuhan pokok ke daerah perbatasan di wilayah Kapuas Hulu dilakukan oleh Kintoi melalui penyaluran melalui Silat, Semitao dan Potosibao.

Menurutnya, harga sembako di perbatasan yang merupakan produk dalam negeri lebih murah dibandingkan barang luar negeri.

“Kita harus mengapresiasi bahwa masyarakat lebih memilih produk dalam negeri. Jarang ditemukan makanan dari negara tetangga, di warung atau toko kelontong, rata-rata produksi Indonesia,” jelasnya.

Namun, pengeluaran yang berkaitan dengan negara tetangga tetap diperbolehkan dengan syarat dan batasan yang telah disepakati antara pemerintah Indonesia dan Malaysia.

Dia menjelaskan bahwa ada batas pengeluaran bahwa seseorang hanya dapat membelanjakan kebutuhan pokok sebesar RM600.

Namun warga perbatasan masih lebih mengutamakan produk dalam negeri, selain harga yang relatif terjangkau, keberadaan barang juga mencukupi.

Ia mengatakan, “Kami selalu berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait di perbatasan, khususnya di bidang penertiban barang ilegal, baik jalur resmi maupun jalur nonprosedur atau jalur tikus.”

Ia berharap pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan akan membaik dengan tetap mencintai produk dalam negeri.

Diketahui ada lima kecamatan di wilayah Kapuas Hulu yang berbatasan dengan Malaysia, yakni Embalu Hulu, Baran Lopar, Badaw, Empangan dan Poring Kenkang.

“Jadi kalaupun produksi Malaysia masih sedikit, itu hanya untuk lima sub-region, tapi kami yakin produksi dalam negeri mendominasi kebutuhan sembako saat ini,” katanya.

Sementara itu, menurut informasi yang diperoleh FaktaID, di Maidani, harga sembako di wilayah Badao di perbatasan Indonesia dan Malaysia tetap stabil seperti harga beras Rp 14.000 per kilogram, gula Rp 15.000 per kilogram. . Satu kilogram kopi 45 ribu toman, mentega 20 ribu toman, tepung terigu 12 ribu toman, minyak goreng 16 ribu toman, ayam 36 ribu toman, daging sapi 130 ribu toman per kilogram, bawang merah 26 ribu toman, dan bawang putih 25 ribu rupiah per kilogram. .

Makanan pokok lokal kini mendominasi warung makan dan toko di kawasan Badaw, perbatasan Indonesia-Malaysia, di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Bain (Teofilosianto Timotius)

Pengkhotbah : Teofilosianto Timotius
Editor: Budi Suyanto