FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Januari 27, 2023

Insentif yang diberikan untuk pembelian kendaraan listrik sekitar Rp80 juta dan untuk kendaraan listrik berbasis hybrid sekitar Rp40 juta.

Jakarta (FaktaID) – Pemerintah sedang menyelesaikan regulasi insentif untuk pembelian mobil atau sepeda motor listrik.

Insentif ini diberikan untuk pembelian kendaraan listrik, baik mobil maupun sepeda motor, yang diproduksi oleh perusahaan yang memiliki pabrik di Indonesia. Insentif ini diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat bagi perkembangan industri kendaraan listrik.

Pemerintah kini tengah menghitung insentif. Insentif ini sangat penting dan disiapkan setelah mempelajari berbagai undang-undang dari negara-negara yang relatif lebih maju dalam penggunaan kendaraan listrik.Kendaraan elektrikMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Karthasasmita mengatakan dalam siaran pers Kementerian Perindustrian pada Desember 2022.

Insentif yang diberikan untuk pembelian mobil listrik sekitar 80 juta Rial, dan untuk mobil listrik berbasis hibrida Sekitar 40 juta toman, sedangkan untuk jenis kendaraan roda dua, pembelian sepeda motor listrik akan mendapat insentif sekitar 8 juta real. “Sementara konversi (sepeda) sepeda motor ke sepeda motor listrik akan mendapat insentif sekitar Rp 5 lakh,” jelas Agus.

Insentif pembelian kendaraan listrik ditujukan untuk mendorong penggunaan mobil atau sepeda motor listrik agar lebih cepat. Jika melihat kesiapan peralihan kendaraan berbahan bakar BBM ke kendaraan listrik, pemerintah sendiri sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Peraturan Presiden (PR) Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan ini, sudah mulai serius mempersiapkannya. . Program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Kendaraan listrik baterai) untuk transportasi darat.

Regulasi tersebut kemudian disusul dengan berbagai regulasi setingkat menteri, antara lain Peraturan Menteri Perindustrian (Permen) Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Roadmap EV, dan Penghitungan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebagai pedoman atau penjelasan untuk Pemegang saham Industri otomotif terkait strategi, kebijakan dan rencana dalam rangka mencapai tujuan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor Hub Kendaraan listrik

Kemudian Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 28 Tahun 2020 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Dalam Keadaan Bongkar Penuh dan Dalam Keadaan Terbongkar Tidak Lengkap, Sebagai Bagian Dari Tahap Industrialisasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Di Indonesia, Permen ESDM No. 13 Tahun 2020 tentang ketersediaan infrastruktur pengisian listrik pada kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2020 tentang kendaraan tertentu yang menggunakan motor listrik.

Pemerintah juga telah mengamanatkan penggunaan kendaraan bermotor listrik bertenaga baterai.Kendaraan listrik baterai(sebagai kendaraan dinas sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai)Kendaraan listrik baterai) sebagai kendaraan dinas operasional dan/atau kendaraan dinas perseorangan bagi instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menurut situs Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sejauh ini sudah ada tiga perusahaan industri dalam negeri yang membangun empat atau lebih fasilitas produksi kendaraan roda empat KBLBB dengan kapasitas 1.680 unit per tahun. Untuk sepeda motor listrik, saat ini terdapat 21 perusahaan industri dengan kapasitas produksi 1,04 juta unit per tahun.

Produksi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) pada tahun 2030 ditargetkan sebanyak 600.000 unit untuk roda empat atau lebih dan 2,45 juta unit untuk roda dua. Target produksi KBLBB diharapkan dapat menurunkan emisi karbondioksida (CO2) sebesar 2,7 juta ton untuk kendaraan roda empat atau lebih dan 1,1 juta ton untuk kendaraan roda dua.

Sebagai bukti keseriusan produsen kendaraan listrik, Perhimpunan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) telah menyelenggarakan Periklindo Electric Vehicle Expo 2022 (PEVS) pada 22-31 Juli 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ajang ini merupakan pameran mobil listrik pertama di Indonesia yang menghadirkan lebih dari 50 produsen mobil listrik dari dalam dan luar negeri.

Pemerintah sendiri telah memberikan berbagai insentif bagi pemilik mobil listrik, salah satunya pembebasan dari penghitungan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) berdasarkan Pasal 36 PP No 36. 74/2021 yang menyebutkan tarif PPnBM 0% berlaku untuk kendaraan bermotor yang menggunakan teknologi. Kendaraan listrik baterai (BEV) atau mobil listrik.

Selain itu, kendaraan listrik juga masuk dalam daftar jenis kendaraan yang dikecualikan dari pemberlakuan genap dan ganjil di Jakarta sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan Pergub Nomor 155 Tahun 2018. Pembatasan dengan sistem genap dan ganjil. Semua itu tentunya dilakukan untuk menarik minat masyarakat beralih ke mobil listrik.

menjadi agenda internasional

Peralihan dari kendaraan berbasis bahan bakar ke kendaraan listrik telah menjadi salah satu program internasional untuk mengurangi emisi karbondioksida (CO2) atau dampak emisi gas rumah kaca. Setelah itu, pemerintah Indonesia memilih menjadi tuan rumah acara tersebut sebagai tuan rumah KTT G20 pajangan Penggunaan mobil listrik yang menjadi salah satu simbol dari tema utama G20, yakni transisi menuju energi bersih.

Presiden Joko Widodo memanfaatkan momen tersebut untuk mendorong seluruh kendaraan operasional yang digunakan dalam kegiatan G20 untuk menggunakan kendaraan listrik yang ramah lingkungan. Menurut berbagai pemberitaan media, sebanyak 1.452 kendaraan listrik digunakan untuk operasional selama KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022. Khususnya 962 mobil listrik, 454 sepeda motor listrik dan 36 bus listrik.

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada KTT G20 lalu, telah disiapkan 66 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). SPKLU yang disediakan memiliki kekuatan Pengisian super cepat dan pengisian cepat. SPKLU Pengisian super cepat Itu dapat mengisi baterai mobil dari 0% dalam 15-30 menit.

Setelah itu, keketuaan G20 menjadi langkah Indonesia menunjukkan komitmennya sekaligus mengajak dunia bertransisi ke energi bersih. Usai KTT G20, komitmen peralihan mobil listrik perlu diulangi, salah satunya adalah kebijakan subsidi pembelian mobil listrik yang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
Oleh Ahmad JayadiHumas, pakar muda Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat