FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Januari 27, 2023

Berlin (FaktaID) – Menteri pertahanan baru Jerman, Boris Pistorius, Kamis mengatakan akan memperkuat angkatan bersenjata di tengah konflik antara Rusia dan Ukraina.

Boris Pistorius secara resmi diangkat menjadi menteri pada hari Kamis ketika Jerman mendapat tekanan dari sekutu Baratnya untuk mengizinkan tank buatan Jerman digunakan di Ukraina untuk meningkatkan pertahanan negara terhadap invasi Rusia.

Pistorius akan bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada Kamis malam.

Pada hari Jumat, para pemimpin pertahanan dari sekitar 50 negara dan NATO berkumpul di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman untuk membahas cara mendapatkan lebih banyak senjata ke Kiev.

“Ini adalah masa yang tidak biasa, perang sedang terjadi di Eropa,” kata Pistorius. Rusia mengobarkan perang brutal melawan Ukraina yang merdeka.

Dia menambahkan: “Tugas kita sekarang adalah memperkuat Bundeswehr (angkatan bersenjata). Ini tentang pencegahan, efektivitas dan kesiapan.

Sumber pemerintah Jerman mengatakan kepada Reuters bahwa Berlin hanya akan mengizinkan tank buatan Jerman dikirim ke Ukraina jika Amerika Serikat setuju untuk mengirimnya.

Pistorius juga mengatakan perombakan angkatan bersenjata Jerman, yang diumumkan oleh Kanselir Olaf Schultz setelah Rusia menginvasi Ukraina pada Februari, merupakan hal yang besar.

Dia mengatakan bahwa angkatan bersenjata Jerman telah diabaikan selama beberapa dekade.

“Tugas saya adalah membuat kemajuan nyata,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menjanjikan lebih banyak bantuan militer ke Ukraina.
.
Presiden Steinmeier mengatakan kepada menteri pertahanan yang baru bahwa angkatan bersenjata Jerman sekali lagi harus mampu melindungi negara.

“Jerman tidak sedang berperang,” katanya, “tetapi kedamaian bertahun-tahun yang telah kita nikmati begitu lama telah berakhir.”

Pistorius menggantikan Christian Lambrecht, yang mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin.

Sumber: Reuters

Amerika dan Jerman kirim kendaraan militer ke Ukraina
Menlu Jerman Kecam Serangan Rusia ke Ukraina


Kanselir Jerman Sebut Negaranya Tidak Akan Masuk Resesi

Penerjemah: Fazli Rahman
Editor: Azis Kurmala