FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Januari 28, 2023

Jakarta (FaktaID) – Lokomotif bertenaga baterai pertama yang diproduksi oleh China Railway Corporation (CRRC) Dalian Co., Ltd. Diluncurkan di Bangkok, Thailand pada Rabu (11/11) untuk membantu upaya negara tersebut meningkatkan layanan kereta api sekaligus mengurangi emisi karbon.

Lokomotif berhasil diuji oleh State Railways of Thailand (SRT) di Stasiun Bang Su di Bangkok.

Sebagai bagian dari upaya mencapai komitmen Thailand untuk mengurangi emisi gas rumah kaca tahunan hingga 20 tahun, Thailand akan fokus menggunakan energi terbarukan yang ramah lingkungan untuk menggantikan Penggunaan bahan bakar memberi tekanan pada sistem transportasi negara ini. hingga 25 persen pada tahun 2030.

Saksayam juga mengapresiasi kerja sama antara Thailand dan China di bidang perkeretaapian.

Dia berkata: Thailand dan China telah bekerja sama dalam berbagai aspek pembangunan kereta api.

Dia melanjutkan: “Thailand sangat ingin mengembangkan kerja sama teknologi perkeretaapian dengan negara-negara di seluruh dunia, termasuk China, dan keberhasilan uji coba ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam proyek lokomotif bertenaga baterai.”

Gubernur SRT Nirut Maniphan mengatakan, pengembangan lokomotif bertenaga baterai merupakan bagian dari rencana peningkatan efisiensi pelayanan kereta api.

Lokomotif tersebut dikembangkan bersama oleh CRRC Dalian dan Energy Absolute Public Company Limited (EA) negara Asia Tenggara tersebut.

Sementara itu, Wakil Direktur Eksekutif EA Amorn Saptavikul mengatakan lokomotif bertenaga baterai buatan China, dengan teknologi terkemuka dunia, memenuhi kebutuhan Thailand dalam hal biaya produksi dan persyaratan konservasi energi dan pengurangan emisi pemerintah Thailand.

Menurut CRRC Dalian, lokomotif bertenaga baterai untuk angkutan penumpang dan umum ini didasarkan pada platform lokomotif asli Thailand. Lokomotif enam gardan dapat menarik kereta barang seberat 2.500 ton dengan kecepatan 70 km/jam atau kereta penumpang seberat 1.000 ton dengan kecepatan 100 km/jam.

Utusan: Xinhua
Editor: Desi Purnamavati