FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Januari 27, 2023

Kota Bogor (FaktaID) – Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, telah bergabung dalam Pakta Kebijakan Pangan Kota Milan (MUFPP) atau Pakta Kebijakan Pangan Perkotaan untuk memperkuat strategi pembangunan pangan karena memiliki pengalaman yang baik dalam kebijakan pangan yang dapat bersama. Kota-kota lain.

“Pertemuan antara Sekretariat MUFPP dengan Walikota Bogor untuk menyepakati dan menandatangani kerja sama agar Kota Bogor bergabung menjadi anggota MUFPP ke-12 se-Indonesia,” kata Ketua DKPP Kota Bandung Jin Jin Ginanjar dalam surat tertulis. Keterangan diterima FaktaID, Selasa.

Filippo Gavazni, Kepala Sekretariat Pakta Kebijakan Pangan Kota Milan (MUFPP) juga mengunjungi Balai Kota Bogor, Senin (1/9). Kunjungan Kepala Sekretariat MUFPP disambut Walikota Bogor Bima Arya dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor Anas S. Rasmana.

Dengan bergabungnya Kota Bogor dalam MUFPP, Jin Jin optimistis dapat memperkuat strategi pembangunan pangan ke depan. Pengalaman yang relatif baik dengan kebijakan pangan tentunya dapat menciptakan kekuatan pangan bersama dan memberikan inovasi baru.

“Dalam waktu dekat, Wali Kota akan mengajak kami untuk membahas lebih detail aspek apa saja yang bisa kita kerjasamakan dengan Kota Bogor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, MUFPP dibentuk di Milan pada 2015. MUFPP adalah jaringan kota-kota di seluruh dunia yang peduli mengembangkan sistem pangan perkotaan berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program dan kegiatan rutin setiap bulan dan tahun.

Ia menjelaskan: “Saat ini, 251 kota di seluruh dunia, termasuk Kota Bogor, telah bergabung dengan MUFPP. Setelah bergabung, Kota Bogor akan menjadi anggota aktif, termasuk berpartisipasi dalam pertemuan global internasional yang diadakan setiap dua tahun sekali. Bar tersebut akan diadakan.”

Ia menjelaskan, MUFPP terbuka untuk seluruh kota yang peduli dengan pembangunan pangan, tidak hanya di daerah tetapi juga di daerah. Kerjasama ini juga tidak mengenal batas waktu, sebaliknya melalui kerjasama ini pertukaran informasi dan pertukaran pengalaman antar kota akan semakin meningkat.

“Fokus kami tidak hanya pada pengembangan sistem pangan perkotaan yang berkelanjutan, tetapi juga pada bagaimana pemerintah daerah dan pusat mendukung dan terlibat dalam penyediaan pangan, distribusi pangan dan perlindungan lingkungan,” ujarnya.

Koresponden: Lina Suzanti
Editor: Agus Setivan