FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Januari 29, 2023

Jakarta (FaktaID) – Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Genetika Spesies, Indra Exploitasia, mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedang mengembangkan bioeksplorasi sebagai salah satu langkah mengubah paradigma bahwa konservasi bisa menjadi sumber devisa. menjadi

Dalam diskusi Podcast Iklim yang diikuti secara virtual dari Jakarta, Rabu, Indra mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendorong perubahan paradigma dari kegiatan konservasi menjadi cost centered dalam rangka sosialisasi Konvensi Keanekaragaman Hayati. lambat

Ia mengatakan: “Ini (Bioprosping) merupakan program yang sedang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan juga masuk dalam RPJMN (Program Pembangunan Jangka Menengah Nasional).

Bioprospecting sendiri merupakan upaya ilmiah untuk mencari dan menggali sumber daya hayati dan genetik lokal untuk memperkenalkan biodiversitas atau keanekaragaman hayati menjadi produk yang memiliki nilai komersial.

Harus ada perubahan paradigma dari konservasi sebagai kegiatan yang berpusat pada biaya menjadi kegiatan yang juga berpotensi menjadi sumber pendapatan, termasuk bioeksplorasi.

“Bagaimana mengubah kegiatan yang tidak hanya membutuhkan uang, oleh karena itu kita membutuhkannya Biaya Indra mengatakan: untuk kegiatan konservasi, tapi kita menghasilkan sesuatu untuk negara dan tentunya untuk masyarakat juga.

Contoh lain dari perlindungan sumber daya alam adalah ekowisata, yang kini semakin meningkat di Indonesia.

Dia berkata: “Ekowisata dapat menjadi contoh bahwa perlindungannya bukan pusat biaya keuangan, tetapi juga menciptakan keuntungan.”

Namun diakuinya, konservasi merupakan kegiatan yang hanya bisa dilakukan oleh pemerintah. Persoalannya bukan hanya pembiayaan, tetapi juga penerapan tiga prinsip konservasi, yaitu konservasi, pemanfaatan berkelanjutan, dan pelestarian.

“Ini pekerjaan yang sangat besar. Kami tidak bisa bekerja sendiri dan ini yang harus kami lakukan dengan para pihak,” kata Indra Exploitazia.

Dinas Pemadam Kebakaran Trengalk Serahkan Kukang Jawa ke BBKSDA untuk Dikonservasi.

Gerakan Konservasi di Temanggung Targetkan Tanam 120.000 Bibit.

Koresponden: Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo