FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Januari 30, 2023

Jakarta (FaktaID) – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fairley Bahori mengungkapkan keprihatinan atas kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua Lucas Enembe (LE).

“Kami sangat prihatin korupsi terus terjadi, terutama di tangan para pemimpin daerah. KPK tidak akan pernah berhenti berusaha memberantas praktik korupsi di Indonesia,” kata Fairley dalam jumpa pers di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Jakarta, Rabu sebagai pengawasan YouTube KPK RI.

Dalam kesempatan itu, Fairley atas nama KPK mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung KPK dalam menangani kasus korupsi yang dilakukan Lucas Enembe.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih atas sinergi antara Polri, TNI, BIN, seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda se-Papua untuk mengatasi permasalahan bangsa salah satunya korupsi. kata Fairly.

KPK mengajak masyarakat Papua bekerja sama memberantas korupsi.

KPK membekukan rekening senilai Rp76,2 miliar terkait kasus Lukas Enembe.
KPK Tahan Lucas Enembe

“Mari bekerja sama dengan KPK untuk memberantas korupsi di negara ini. Kami sangat berharap saudara-saudara kita di Papua menatap masa depan Papua yang lebih sejahtera, cerdas, dan bebas korupsi,” kata Fairley.

KPK menetapkan Lucas Enembe dan Direktur PT Tabi Bangun Papua (TBP) Rijatono Lakka (RL) sebagai tersangka kasus dugaan suap dan subsidi terkait proyek pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua.

Tersangka Rijatono Lakka telah menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada Lucas Enembe setelah terpilih mengerjakan tiga proyek infrastruktur di Pemprov Papua, yakni proyek “multiyears” peningkatan jalan Entrop-Hamadi dengan nilai proyek Rp. 14,8 miliar, proyek “jamak tahun” untuk rehabilitasi sarana dan prasarana, mendukung PAUD terpadu dengan nilai proyek sebesar Rs 13,3 miliar, dan proyek pengelolaan lingkungan “jamak tahun” untuk lokasi tembak “luar ruangan” TNI AU dengan nilai proyek sebesar Rp 12,9 miliar.

KPK menduga tersangka LE telah menerima hadiah lain sebagai gratifikasi terkait jabatannya yang menurut bukti permulaan sejauh ini mencapai sekitar Rp 10 miliar.

Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan LE selama 20 hari ke depan terhitung sejak 11 Januari 2023 sampai dengan 30 Januari 2023 di Rutan KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Sementara itu, tersangka RL ditahan selama 20 hari pertama sejak 5 Januari 2023 sampai dengan 24 Januari 2023 di Rutan KPK Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Koresponden: Benardi Fardian Sayah
Editor: Harry Subanto