FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Januari 29, 2023

Bandar Lampung (FaktaID) – Kementerian Perdagangan (Komando) siap melakukan intervensi khusus untuk menekan harga kedelai di pasaran.

Dalam kunjungannya ke negara ini, Zulkafli Hassan, Menteri Perdagangan (Mandagh), mengatakan: Seperti kita ketahui, harga kedelai di pasaran masih sangat tinggi, meski pemerintah sudah mengalokasikan ke Bolog untuk mengimpornya. Pasar Pasir Gintang, Bandar Lampung, Sabtu.

Ia mengatakan, dengan tingginya harga kedelai di pasaran, pekan depan akan dilakukan intervensi khusus.

Dia mengatakan: Oleh karena itu, minggu depan akan diadakan pertemuan lagi, nanti kami akan periksa mengapa harga tidak diturunkan, dan jika ada masalah, kami akan langsung ke mereka dan menanyakan di mana kesulitannya.

Menurut dia, harga kedelai di pasaran saat ini antara Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram.

Ia menambahkan, jika proses impor kedelai Bolog dilakukan dengan baik, maka harga jual setiap kilogramnya hanya 11.000 rial dari harga saat ini 13.000 rial per kilogram.

Ia berharap upaya pemerintah dapat segera menekan harga kedelai di pasaran dan juga memudahkan para produsen tahu dan tempe untuk berbisnis.

Salah satu pedagang tahu di pasar Pasir Gintang Veseni bereaksi atas kenaikan harga kedelai di pasar.

“Kalau kita ambil harga dari Pusat Koperasi Tahu dan Tempe Indonesia (Poscopi), harga kedelai masih bisa berkisar antara Rp11.000 sampai Rp12.000 per kilogram,” kata Vesni.

Ia mengatakan, membeli kedelai dari luar Poscopi bisa jauh lebih tinggi.

“Kami berharap harga kedelai turun karena kalau masyarakat ini tidak mampu beli ayam, telur, daging, ikan, mereka mengandalkan tahu, tempe. Tapi kalau kedelai mahal, harga tahu, tempe akan naik. Orang juga akan punya masalah.

Sebelumnya ditetapkan bahwa berdasarkan data Perum Bulog Dinas Daerah Lampung tahun 2022, kebutuhan kedelai Lampung disalurkan sesuai tahapan yang masuk dalam Puskopti di wilayahnya.

Tahap I April 2011, dengan pagu 4.568 ton tercapai 8,9%, atau jika dikonversi menjadi 409 ton, kemudian pada Mei pagu 2.862 ton, 800 ton setara 27%, tercapai.

Juga, pada bulan Juni, 50% dari batas nilai 2800 ton tercapai, setara dengan 1450 ton.

Kemudian, pada tahap kelima bulan Oktober, 1.500 ton atau setara dengan 75% terealisasi dari pagu 2.000 ton, dan pada bulan November terealisasi 870 ton dari pagu 2.000 ton.

Badan Pangan Nasional pastikan harga beras dan kedelai terjangkau
BPS Sebut Tempe, Harga Tahu Naik Akibat Stok Kedelai Rendah
Mendag Sebut: RI Impor 350 Ribu Ton Kedelai untuk Atasi Kenaikan Harga.

Penceramah : Ruth Intan Suzumata Kenafi
Editor: Biqwanto Situmorang