FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Januari 30, 2023

Jakarta (FaktaID) – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menargetkan angka kemiskinan ekstrem mencapai nol persen pada 2024 dengan sejumlah upaya.

Sasaran ini mengikuti Inpres No. 4 (Inpres) Tahun 2022 tentang percepatan pengentasan kemiskinan ekstrim dengan memberikan fasilitas akses keuangan, akses pasar, serta pendampingan dan pelatihan kepada koperasi dan usaha mikro dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat. banyak keluarga Miskin

Melalui keterangan tim di Jakarta, Selasa, Wakil Sekretaris Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Julius mengatakan, upaya pengentasan kemiskinan ekstrem tidak dilakukan secara langsung untuk masyarakat miskin ekstrim, tetapi secara tidak langsung untuk masyarakat miskin. Komunitas pelaku usaha mikro yaitu dengan pendekatan kelompok/pusat/cluster/kelompok/atau anggota organisasi koperasi.

“Proses bisnis pemberdayaan masyarakat di daerah prioritas kemiskinan parah dimulai pada tahap koordinasi dengan Kementerian Koordinator PMK, kementerian/lembaga lain berdasarkan Inpres No 4 Tahun 2022, dan pemangku kepentingan lainnya.

Julius mengatakan: Langkah selanjutnya adalah pemetaan lokasi prioritas, dalam hal ini dengan memprioritaskan 48 kabupaten/kota di 8 provinsi, pemilihan target lokasi akan disesuaikan dengan tingkat kemiskinan dan potensi lokal di lokasi tersebut.

Langkah selanjutnya adalah pembinaan dan pelatihan, serta memfasilitasi akses sumber daya keuangan dan memfasilitasi akses ke pasar, dan langkah terakhir adalah pemantauan dan evaluasi kegiatan.

Secara umum, bentuk koordinasi dan kerjasama dalam langkah pemberdayaan masyarakat di bidang prioritas kemiskinan ekstrim meliputi koordinasi di unit internal KemenKopUKM tingkat 1 dan kementerian/lembaga terkait yaitu Kementerian Tenaga Kerja, Perindustrian, Perdagangan, Pariwisata, Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Investasi, dan lain-lain.

Tahap pendampingan dan pelatihan juga dilakukan berkoordinasi dengan PLUT-KUMKM, Inkubator Bisnis, Satgas Transfumi, Bds/P, KKMB, Fasilitator Wilayah KUMKM dll.

Sedangkan dalam hal kemudahan akses pembiayaan, melalui KUR dan kredit program, PKBL/CSR, dana bergulir LPDB-KUMKM, pinjaman bank umum, modal ventura, Mekar, Ulam dan pembiayaan lainnya.

Akses pasar melalui jasa pemasaran melalui LLP-KUMKM (Lembaga Jasa Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah), kebangkitan pasar tradisional, akses pasar dalam dan luar negeri, pasar online dan offline, vendor, vendor, dan sebagainya. .

“Proses monitoring dan evaluasi akan dilakukan melalui sistem online berbasis web,” kata Julius.

Kemudian terkait technical assistance, mulai dari peningkatan kelembagaan usaha dengan memberikan perizinan kelembagaan dan usaha formal, peningkatan akses pembiayaan melalui program KUR dan kredit, PKBL/CSR, dana bergulir LPDB-KUMKM, pinjaman bank umum, modal ventura. , Christa , ilmu pengetahuan, dan pendanaan lainnya

Kemudian peningkatan produktivitas melalui ketersediaan pemasok bahan baku, pengembangan rumah produksi bersama, mekanisasi produksi, rumah pengemasan, standarisasi/sertifikasi produk dan pengembangan jalur distribusi.

Akhirnya dari tahapan ini akan berpengaruh pada peningkatan modal dan volume usaha sehingga output yang dihasilkan adalah promosi UMKM.

Menurut Julius, dampak program ini adalah mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem, menciptakan lingkungan kerja, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha dan masyarakat, serta memberantas kemiskinan ekstrem.

Koresponden: Cinta Ambaravati
Diedit oleh: Adi Belvardi