FaktaID

Informasi Berita Terupdate

Februari 6, 2023

Kupang (FaktaID) – Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Paul Yohannis Asadoma memastikan anggota Brimob Polres Sumba Barat yang menembak warga sipil akan diproses secara transparan.

“Saya akan pastikan due process dan proses internal anggota brigadir UGD Polda Sumba Barat transparan dan akuntabel,” ujarnya di Kupang, Senin.

Anggota Polri yang menembak warga di NTT terkena penurunan pangkat

Polisi yang menembak warga ditetapkan sebagai tersangka

Hal itu disampaikan terkait perkembangan kasus penembakan warga sipil yang mengakibatkan korban tewas di Sumba Barat oleh anggota Polres Sumba Barat berinisial Brigadir ER.

Saat ini, Pangdam bintang dua, Brigadir ER, mengatakan masih dalam pemeriksaan tim Propam Polres Sumba Barat.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan, brigadir UGD ditempatkan di fasilitas khusus Polres Sumba Barat.

Polda NTT Nomor Satu menyampaikan simpati dan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukan Brigjen ER.

Menurutnya, kasus ini mencemarkan nama baik Polar Institute secara umum, apalagi saat brigadir jenderal darurat sedang tidak bertugas.

Sebelumnya diberitakan bahwa Brigadir ER tidak sengaja menembak seorang warga sipil bernama Ferdinandos Longo Bailey.

Kejadian bermula saat korban, Brigadir UGD dan beberapa rekan polisi lainnya sedang beristirahat dan minum miras sambil membakar bebek.

Konon karena dalam pengaruh miras, korban menodongkan pisau ke brigadir sambil mengajak brigadir untuk menembaknya.

Brimob yang kebetulan membawa senjata mencabut pistol tangan (HS) dari pinggang kanannya, hanya berniat untuk mengerjai dan menjahili korban.

Kemudian brigadir UGD menodongkan senjata laras pendeknya ke perut korban. Tak disangka, senjata tersebut tiba-tiba meledak dan melukai perut korban.

Korban langsung terjatuh dan duduk di kursinya hingga tidak sadarkan diri. Melihat korban tak sadarkan diri, Brigjen AR dan rekan-rekannya langsung membawa korban ke rumah sakit.

Tapi nyawa Ferdinand tidak bisa diselamatkan. Brigadir UGD sendiri langsung menyerahkan diri ke polisi dan mengakui perbuatannya.

Koresponden: Cornelis Kaha
Editor: Sigit Pinardi